Logo RRREC Fest in The Valley 2017

RRREC Fest in The Valley 2017
logo RRRECFEST ITV 2017-01

Owa Jawa

Dikenal sebagai hewan yang setia dengan pasangannya, Owa Jawa yang dikategorikan genting punah ini cenderung hidup berkelompok bersama keluarganya. Mereka menggunakan suara pagi hari untuk menarik perhatian pasangannya atau menandai wilayahnya.

Macan Tutul

Karnivor yang memiliki totol menyerupai kelopak bunga, bukan totol bulat ini termasuk dalam hewan yang terancam punah. Keberadaan hewan penyendiri ini masih terlihat di Gunung Gede Pangrango, walaupun ia cenderung menghindari satu sama lain, juga manusia.

Elang Jawa

Elang Jawa yang dianggap inspirasi burung garuda Indonesia ini merupakan spesies unik yang hanya ada di Pulau Jawa. Mereka biasa bersarang di cabang pohon setinggi 20—30 meter; salah satu gunanya untuk mengerami satu telur selama kurang lebih 47 hari.

Trenggiling

Sekitar 20% dari berat tubuh trenggiling berasal dari sisiknya yang keras, kecuali bagian perut sehingga akan menggulung dirinya menjadi bentuk bola ketika terancam. Mereka makan semut dan rayap di dalam tanah dengan menggunakan kuku kaki depan yang tajam dan lidah yang sangat panjang.

Logo RRREC Fest In The Valley 2017 dibuat oleh Adi Dhigel dengan teknik cukil kayu.
Adi Dhigel adalah lulusan Seni Rupa, Universitas Negeri Jakarta yang sejak 2009 mulai fokus mengerjakan karya-karya seni grafis, khususnya teknik cetak tinggi. Dhigel banyak berkarya dengan mengangkat tema sosial masyarakat yang berhubungan dengan kehidupan pribadinya. Bersama teman-teman kampusnya, ia membuat sebuah Studio seni grafis, yaitu Grafis Huru Hara (GHH) dan saat ini menjabat sebagai kepala Studio Grafis Huru Hara.

 

Logo RRREC Fest in The Valley 2017 menggambarkan suasana festival yang menggelora di tengah habitat hewan-hewan yang ada di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Melalui logo ini, RRREC Fest in The Valley 2017 turut memperkenalkan kembali keberadaan hewan-hewan ini yaitu: Elang Jawa, Macan Tutul, Owa Jawa, dan Trenggiling, yang perlu terus dijaga dan dilestarikan. Di antara sekian banyak hewan yang hidup di kawasan ini, keempat binatang tersebut mulai terancam keberadaannya.

 

Baca hasil wawancara kami selengkapnya bersama Adi Dhigel tentang proses kreatif pembuatan logo RRREC Fest In The Valley 2017.

 

1. Apa yang membuat Dhigel tertarik masuk ke dunia seni grafis?

Pertama kali tertarik karena melihat karya cukilan kayu punya senior di kampus. Guratan garis cukilannya sangat ekspresif dan tegas; berbeda dengan melihat karya lukis atau patung. Sehabis itu, saya minta untuk diajarkan proses pembuatannya. Dan, ternyata seru! Semakin ke sini, saya semakin tertarik dan mencoba bereksplorasi sampai sekarang.

 

Selain itu, saya dan teman-teman di Grafis Huru Hara merasa gelisah karena sudah semakin sedikit orang yang membuat karya grafis di kampus. Kami mencoba membuat komunitas agar bisa terus memberikan edukasi tentang karya grafis supaya ada regenerasi. Juga, karena keterbatasan studio grafis, kami coba membuat studio kecil-kecilan, beli mesin cetak sendiri, dan eksplor sendiri bersama teman-teman.

 

2. Dhigel banyak mengeksplorasi teknik untuk berkreasi, seperti mural dan teknik cukil. Sejauh ini, teknik apa yang paling merasa puas dijalani?

Sebenernya, saya tipikal orang yang senang eksplorasi. Di seni grafis sendiri, saya sering eksplor berbagai teknik cetak, dari cukilan, nyablon, stensil, sama etsa. Tapi, memang, saya paling seneng dengan cukilan. Kalau mural, saya bikin awalnya agar biar merasa bebas membuat karya dan mengeksplorasi warna serta bentuk tanpa memikirkan konsep ataupun wacana. Jadi, mengalir begitu saja. Saya juga membuat ilustrasi di komputer, gambar-gambar iseng, sekalian melatih tangan dan visual untuk mencari-cari komposisi biar tidak terlalu gaptek.

 

3. Bisa cerita sedikit tentang logo RRREC Fest in The Valley 2017?

Melalui logo RRREC Fest In The Valley 2017, saya mau menampilkan kesan santai, senang, sekaligus liar. Semuanya dicampur menjadi satu karena event ini menyajikan liburan camping yang digabung dengan kesenian di alam terbuka. Selain itu, dari pemilihan karakternya, saya mau mencoba mengangkat isu yang berkaitan dengan satwa langka. RRREC Fest In The Valley berada di area Taman Nasional Gunung Gede Pangrango yang merupakan tempat konservasi satwa langka. Kalau dilihat dari visual-visual logo sebelumnya, belum ada yang menampilkan karakter seperti ini.